5.05.2009

Bimbingan dan Konseling

Bimbingan Konseling

Oleh : Drs. Akur Sudianto

Widyaiswara

PPPG Keguruan Jakarta

Pengertian Bimbingan Konseling

Pelayanan Bantuan untuk peserta didik baik individu / kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi sosial belajar, karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku.

Tujuan Bimbingan dan Konseling

Membantu Memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal.

Paradigma Bimbingan & Konseling

BK merupakan pelayanan psikopaedagogis dalam bingkai budaya Indonesia dan religius.

Arah Bimbingan Konseling mengembangkan kompetensi siswa untuk mampu memenuhi tugas-tugas perkembangannya secara optimal.

Membantu siswa agar mampu mengatasi berbagai permasalahan yang mengganggu dan menghambat perkembangannya.

Visi Bimbingan dan Konseling

Terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian secara optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Allah SWT, sebagai makhluk individu, makhluk sosial dalam hubungannya dengan manusia dan alam semesta.

Misi Bimbingan dan Konseling

Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari sebagai siswa secara efektif, kreatif dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk masa depan karir dalam :

Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME.

Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan.

Pengarahan diri ke arah dimensi spiritual.

Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, SQ dan EQ.

Pengaktualisasian diri secara optimal.

Fungsi Bimbingan Konseling

Fungsi Pemahaman

Fungsi Pencegahan

Fungsi Pengentasan

Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan

Fungsi Advokasi

Prinsip-Prinsip Bimbingan Konseling

Prinsip berkenaan dengan sasaran layanan.

Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu.

Prinsip berkenaan dengan program layanan.

Prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan.

Bimbingan dan Konseling

Asas Kerahasiaan

Asas Kesukarelaan

Asas Keterbukaan

Asas Kegiatan

Asas Kekinian

Asas Kedinamisan

Asas Keterpaduan

Asas Kenormatifan

Asas Keahlian

Asas Kemandirian

Asas Alih Tangan Kasus

Asas Tut Wuri Handayani

Tugas Perkembangan

Kompetensi

Materi Bimbingan dan Konseling

Kegiatan Bimbingan dan Konseling

Layanan Pendukung Penilaian

Kegiatan Layanan
Bimbingan dan Konseling

Penempatan dan Penyaluran

Pengenalan Diri dan lingkungan
Serta Pengembangan Diri dan Karir

Siswa mengenal dan memahami siapa dirinya.

Siswa mengenal dan memahami lingkungan budaya dan masyarakat. Lingkungannya meliputi lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, sosial dan masyarakat budaya,

Pengenalan dan pemahaman terhadap diri sendiri dan lingkungan itu dikerahkan untuk pengembangan diri siswa dalam segenap aspek pribadinya, termasuk pengembangan ke arah karir yg hendak diraihnya di masa yang akan datang

Kegiatan Pendukung
Bimbingan dan Konseling

Aplikasi Instrumentasi (BK)

Himpunan Data

(Pribadi, Siswa, Presentasi, Observasi, Kasus).

Konferensi Kasus

Alih Tangan

Alih tangan kasus

Kunjungan Rumah

Layanan
Informasi/ Orientasi/ Pembelajaran

Penilaian Layanan BK

Kompetensi

LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN

Perencanaan

Mengidentifikasi kondisi individu

Menetapkan subyek/sasaran layanan penempatan

Menetapkan fasilitas layanan

Menyiapkan kelengkapan administrasi

2. Pelaksanaan

1. mengorganisasikan kegiatan layanan

penempatan dan penyaluran

2. mengisi materi layanan penempatan dan

penyaluran

3. Analisis Hasil Evaluasi

1. menetapkan norma / standar analisis

2. melakukan analisis

3. menafsirkan hasil analisis

4. Tindak Lanjut

Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut

Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak terkait

Melaksanakan rencana tindak lanjut

5. Laporan

Menyusun laporan layanan penempatan dan penyaluran

Menyampaikan laporan kepada pihak terkait

Mendokumentasikan laporan layanan penempatan dan penyaluran

The End

4.27.2009

obsesi

Konselor Islami-Obsesiku
Islam adalah agama tolong menolong, bantu-membantu satu sama lain dan saling memperkuat antara satu dengan yang lainya. Itu adalah salah satu rahasia besar kegemilangan tamadun Islam. Ingatkah ketika musuh ketakutan melihat semua kaum muslim mencari suatu buah tempat minum, salah satu ikhwah yang jatuh ke sungai. Dalam hatinya terbersit ”hanya satu benda yang jatuh, semua mencarinya. Apa lagi kalau ada nyawa yang terbunuh?”
Islam menggalakkan umatnya untuk melepaskan saudaranya yang mengalami masalah, kesusahan dan kesempitan dunia. Yang sedang mengalami kesulitan hidup dan melindungi dan menutupi aib dari tersebar luasnya aib di kalangan manusia. Semua itu dianjikan Alloh, mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatannya. Alloh akan senantiasa menolong hamba-hambanya selagi mereka saling tolong-menolong kepada sesamanya. Cukuplah alasan bagi kita yang ingin menjadi guru atau konselor memperhatikan hadist di bawah ini :

Hadist Arba’in ke-36 (silakan buka...)

Ilmu adalah cahaya menuju syurga. Barang siapa yang menuntut ilmu, ikhlas karena Alloh, dijanjikan baginya kemudahan menuju syurga. Berkumpul dan mengkaji ilmu di masjid adalah amalan yang sangat diberkahi Alloh. Para malaikat turun mengelilingi mereka, ketenangan dan rahmat menyelubungi mereka. Mereka mendapat penghormatan dari Alloh SWT ketika Dia menyebut nama mereka kepada para penghuni langit. Sesungguhnya manisia dimuliakan dan memasuki syurga dengan rahmat Alloh. Bukan karena keturunan pangkat dan jabatan. Barang siapa yang kurang atau amalan jahatnya menyusahkan di akhirat nanti, nasab keluarga bangsawannya tidak mampu sama sekali memberi syafaat kepadanya. Secara tidak langsung, kita si suruh untuk berbekal dengan amalan shaleh sebagai bekal menghadapi hari akhirat nanti.
Yosi’s notes